Sabtu, 23 Oktober 2010

Solidaritas untuk Gempa Mamuju Utara(Matra), Sulawesi Barat


Salam Nademkra! Salam Juang!
Pada hari Rabu tanggal 16 Juni 2010 pukul 07.52 WIB terjadi gempa bumi berkekuatan 5.3 SR yang berpusat pada 1.44 LU – 119,25 BT dengan kedalaman 10 km di 91 km Barat Daya Palu Sulawesi Tengah. Gempa dirasakan di Kabupaten Mamuju Utara, Provinsi Sulawesi Barat.
Bencana gempa bumi ternyata masih terus berlanjut di tahun ini, dan terus membawa korban pada setiap episode kejadiannya. Pemerintah kita yang tidak pernah siap mengantisipasi bencana-bencana yang sering terjadi di negeri ini masih juga belum belajar dari semua sejarah bencana yang ada. Kondisi geografis Indonesia yang cukup memiliki kemungkinan gempa tidak disikapi dengan berbagai instrument dan penataan yang memadai. Wawasan Ilmu pengetahuan lagi-lagi masih mandul dalam menelurkan resolusi bagi rakyatnya. Tanpa membicarakan pengadaan teknologi canggih untuk memantau gempa, berkaca pada Negara lain, contohnya Jepang yang  memahami secara geografis Negara yang  rawan gempa, maka secara kultur dibangunlah tatanan arsitektur rumah kayu yang rawan gempa, dan sedikit banyak melindungi keselamatan warga Negara.
Gempa Matra membawa korban jiwa dan meluluhlantakkan beberapa desa. Dan salah satu bagian dari korban gempa adalah masyarakat yang berdialektika bersama kawan-kawan FPPI di Matra. Terlebih dari itu, kembali kita harus melibatkan diri sebagai bagian dari tugas dan tanggungjawab kita yang merupakan bagian dari rakyat Indonesia. Kawan-kawan telah membuat Posko Gempa Mamuju Utara dengan koordinator kawan Lubis (FPPI Palu).
SOLIDARITAS. Walaupun dengan segala keterbatasan yang kita miliki, tetapi solidaritas dalam mimpi Nademkra adalah ikatan dalam kondisi apapun keberadaan kita, terlebih lagi saat kawan-kawan yang berdialektika dengan kita terkena musibah. Tidak jauh, tidak sejauh rentang jarak Palestina, Haiti, dan tragedi kemanusiaan di Negara-negara lain, Matra adalah bagian dari Indonesia kita. Solidaritas bukan hanya sekedar politik pencitraan dan membangun relasi untuk keuntungan ekonomi dan kekuasaan di  masa depan. Tetapi solidaritas dibangun sebagai kesadaran kemanusiaan dan untuk persatuan.
Sebagai salah satu organisasi yang mengaku concerne terhadap kemanusiaan beserta segala tragedinya, kita dituntut untuk kembali memberikan sikap atas fenomena gempa sekarang ini. Kita tentunya tidak mau terjebak dan berkutat melulu pada situasi apatisme sosial ataupun situasi politik yg semakin kontradiktif dari realitas masyarakat hari ini. Segala gagasan dan ide pergerakan yg ada di kepala pun percuma jika kemudian kita harus menutup mata atas banyaknya jiwa manusia yang melayang dan kerusakan akibat gempa.  Saat ini bukan masa yg tepat bagi kita untuk duduk diam melihat perkembangan berita mengenai gempa yg terjadi.
Pimpinan Nasional mengharapkan partisipasi aktif kawan-kawan Pimpinan Kota utk memberikan tindakan seperti yg baru saja kita lakukan pada gempa di Tasikmalaya sekitarnya maupun gempa bumi yang sudah terjadi sebelumnya. Untuk itu bagi setiap Pimpinan Kota diharapkan sosialisai untuk penggalangan dana di tingkatan kota dari seluruh kader yang ada maupun masyarakat (sesuai dengan konteks kota masing-masing) , dan diharapkan bisa melakukan sesuatu terkait bantuan gempa Mamuju Utara, agar bisa berkoordinasi dan berkomunikasi langsung via telepon dengan kawan Ferry Widodo (085643604436) atau langsung dengan kawan Lubis di Posko Gempa Mamuju Utara. Atau salurkan langsung sumbangan ke rekening BRI no. 5180 -01-000721-50-2 a.n. Lubis.
Partisipasi lebih lanjut dari kawan-kawan adalah salah satu wujud konkrit dari cita-cita kemanusiaan pergerakan. Pimpinan Nasional akan berupaya semaksimal mungkin utk melakukan koordinasi dengan kawan-kawan Pimpinan Kota terkait penyikapan lebih lanjut terhadap bencana alam yg terjadi saat ini.


Jakarta,30 Juni 2010
Ketua Pimpinan Nasional FPPI



   Ferry Widodo


--
Rakyat Kuasa


0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Favorites More